materi filsafat 15
DIALOG ANTAR ALIRAN ATAS PROBLEMA DAN
DILEMATIKA KEHIDUPAN MULTIMENSION
Jadi Dialog antar Agama yang dimaksud dalam
skripsi ini adalah pertemuan hati dan pikiran antara pemeluk berbagai agama
yang bertujuan mencari titik temu atau kesamaan fundamental dari setiap agama
dan kerjasama dalam masalah-masalah yang dihadapi bersama.
agamanyalah yang paling benar dan hanya
agamanyalah yang mampu memberikan penyelamatan di akherat nanti. Beragama
menganut pola ini sering diidentikkan dengan fundamentalisme yang dalam
perjalanannya memang memiliki perspektif dan pola yang hampir sama, sedangkan
beragama secara inklusif dan pluralis adalah beragama yang lebih terbuka dan
mengakui serta memahami eksistensi keanekaragaman teologis.
Keberagamaan atau religiusitas tidaklah
merupakan otoritas tetapi perlu diwujudkan dalam berbagai sisi kehidupan
bermasyarakat. Aktivitas keberagamaan bukan hanya terjadi ketika seseorang
melakukan aktivitas yang didorong oleh kekuatan batin dan bukan hanya yang
berkaitan dengan aktifitas yang tampak oleh mata, tetapi juga aktifitas yang
terjadi dalam hati seseorang. Oleh sebab itu keberagamaan seseorang akan
meliputi berbagai macam dimensi yang saling terkait dengan realitas.
http://eprints.ums.ac.id/20437/2/BAB_I.pdf
Seyyed Husain Nasr, “Kata Pengantar” Islam
dan Filsafat Perenial. Bandung : 1998

Komentar
Posting Komentar