materi 13 filsafat
INTELEKTUALISME DAN SPRITUALISME
1. Intelektualisme dan Spritualisme Pendidikan
a. Intelektualisme Pendidikan
b.Spritualisme Pendidikan
2.Filsafat dalam Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 merupakan kebijakan pendidikan
yang dikeluarkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan Indonesia.
Diskursus kurikulum dapat dilihat dari beberapa aliran filsafat umum antara
lain idealisme, realisme, pragmatisme, dan eksistensialisme.
Secara
eksplisit dikatakan bahwa kurikulum 2013 tidak mengikuti satu aliran filsafat
pendidikan, baik aliran filsafat perenialisme, esensialsme, progresivisme,
maupun rekontruksionisme, namun mengikuti aliran-aliranfilsafat teersebut
secara elektik (Kemendikbud, 2013a, 2013b,2013c).
Kurikulum 2013 didasarkan pada filsafat
idealisme yang memliki pandangan ontologis bahwa realitas spritual, moral, dan
mental itu bersifat stabil dan tidak berubah. Realitas spritual, moral dan mental bersifat ideal didasarkan
pada berbagai sumber berbagai berikut :
1.Realitas spritual, moral, dan mental didasarkan pada karya-karya besar
berupa kitab suci agama seperti al-Qur’an, Hadist dalam tradisi agama islam :
Rig Weda, Sama Weda, Yajur Weda, dan Atharwa Weda dalam tradisi agama Hindu :
Tripitaka dalam tradisi agama Budha : Taurat dalam tradisi agama Yahudi : Injil
(Bible) perjanjian lama dan perjanjian
baru dalam tradisi agama Kristen Kstolik dan Protestan.
2. Realitas spritual, moral, dan mental kurikulum 2013 didasarkan pada
ajaran para nabi, rasul, dan pembawa ajaran agama pada tahap formasi dan
konsolidasi pada awal berdirinya suatu agama.
3. Realitas spritual, moral dan mental bersifat ideal. Kurikulum 2013
didasarkan pada karya-karya dan kontribusi para pembuka agama yang otoritatif
yang pernah hidup atau dekat dengan para nabi.
4. Realitas spritual, moral dan mental bersifat ideal. Kurikulum 2013
didasarkan pada pemikiran para cendekiawan, ilmuan, filsuf pemkir agama
(teolog) yang teruji keilmuannya. Dalam tradisi islam, realitas spritual,
moral, dan mental didasarkan pada keteladanan ulama fiqh yang diterima
diindonesia.
Secara epistemologis, kurikulum 2013
memikirkan ulang ide yang terpendam yang telah menjadi khazanah intelektual.
Ide terpendam itu adalah karya-karya besar dalam berbagai disiplin ilmu
(science) pengetahuan (knowledge) dalam berbagai bidang antara lain : Pertama,
bidang ilmu penngetahuan alam (natural science) seperti : fisika, biologi,
kimia, geologi, astronomi dan kedokteran. Kedua, bidang ilmu pengetahuan sosial
(social science) seperti : ilmu pendidikan (paedagogy), sosiologi, antropologi,
hukum, psikologi, ilmu politik. Ketiga, dalam bidang humaniora yang terdiri
dari : filsafat, matematika, teologi, dan seni.
rangkuman
Intelektualisme
lahir dari ungkapan-ungkapan konservatisme politik yang di dasarkan pada
sistem-sistem pemikiran falsafah yang pada dasarnya otoritarian.Pendidikan
bukan sekedar memicu kecerdasan otak, tetapi sekaligus juga kecerdasan spritual
bagi tumbuhnya kearifan sosial. Kehidupan spritual pada ilmu pengetahuan
menumbuhkan kearifan sosial dilingkupi dengan 3 dimensi intelegensi dan
intelegensi emosional, rasional dan spritual.Landasan
filosofis yang digunakan oleh Kurikulum 2013 diambil dari berbagai aliran
filsafat pendidikan. Kurikulum 2013 didasarkan pada filsafat idealisme yang
memliki pandangan ontologis bahwa realitas spritual, moral, dan mental itu
bersifat stabil dan tidak berubah.
sumber
Komaruzaman. Jurnal TAWAZUN Vol.8, No.2
Juli-Desember 2015.Pendidikan Pembebasan Ki Hajar Dewantara Asas Pendidikan
Liberal Di Indonesia Keywords : Pendidikan, Pembebasan Ki Hajar Dewantara,
Liberal
http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/TAWAZUN/article/download
Astuti. Jurnal Darul Ilmi Vol.02, No.02
Juli 2014. Sekuralitas dan Spiritualitas. Keywords : Sekuralitas, Spirituality,
Integration Studies, Islamic Education Curriculum
http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/DI/article/download

Komentar
Posting Komentar