materi 13 kurikulum
IMPLEMENTASI
KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
1. PROGRAM TAHUNAN
Program
tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, yang
dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Program ini perlu
dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun ajaran, karena merupakan
pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya, yakni program
pengembangan program – program berikutnya, yakni program semester, program
mingguan dan program harian atau program pembelajaran setiap kompetensi dasar.
Sumber-sumber
yang dapat dijadikan bahan pengembangan program tahunan antara lain :
1. Daftar
kompetensi standar sebagai konsekuensi
nasional, yang dikembangkan dalam silabus setiap mata pelajaran yang akan
dikembangkan.
2.Ruang lingkup dan urutan kompetensi.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan materi pembelajaran. Materi
pembelajaran tersebut disusun dalam topik / tema dan sub topic / sub tema ,
yang mengandung ide-ide pokok sesuai dengan kompetensidan tujuan pembelajaran .
3.Kalender pendidikan, penyusunan kalender
pendidikan selama satu tahun pelajaran mengacu pada efisiensi, efektifitas dan
hak peserta didik. Dalam kalender pendidikan dapat kita lihat berapa jam waktu
efektif yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran termasuk waktu libur
dan lain-lain. Dengan demikian dalam menyusun program tahunan perlu
memperhatikan kalender pendidikan. Hari belajar efektif dalam satu tahun
pelajaran dilaksanakan dengan menggunakan sistem semester yang terdiri atas 34
minggu .
1 2.PROGRAM SEMESTER
Program semester berisikan garis-garis besar mengenai
hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut.Program
semester ini merupakan penjabaran dari program tahunan. Pada umumnya program
semester ini berisikan tentang bulan, pokok bahasan yang hendak disampaikan ,
waktu yang di rencanakan, dan keterangan-keterangan.Promes atau program
semester merupakan penjabaran dari program tahunan yang berisi hal-hal yang
ingin dicapai pada semester tersebut. Program semester ( promes ) adalah
rumusan kegiatan belajar mengajar untuk satu semester yang kegiatannya dibuat
berdasarkan pertimbangan alokasi waktu yang tersedia, jumlah pokok bahasan yang
ada dalam semester tersebut dan frekuensi ujian yang di sesuaikan dengan
kalender pendidikan. Program semester akan mempermudah guru dalam alokasi waktu
mengajarkan materi yang harus di capai dalam semester tesebut.Perencanaan
semester merupakan program pembelajaran yang berisi jaringan tema, bidang
pengembangan, tingkat pencapaian perkembangan, capaian perkembangan dan
indicator yang ditata secara urut dan sistematis, alokasi waktu yang diperlukan
untuk setiap jaringan tema, dan sebarannya ke dalam semester 1 dan 2.
Dalam mengembangkan program
semester, harus memperhatikan beberapa langkah yaitu : mempelajari isi dokmen
kurikulum yang berupa pedoman pengembangan program pembelajaran, memilih tema
yang akan digunakan dan menetapkan alokasi waktu untuk setiap tema, serta
mengidentifikasi tema menjadi subtema kemudian dibuat dalam bentuk table
a. Tema
Tema
disini merupakan focus perencanaan / titik awal perencanaan dalam proses
pembelajaran. Fungsinya untuk menyatukan isi kurikulum dalam satu perencanaan
yang utuh / holistic, memperkaya perbendaharaan bahasa anak, membuat
pembelajaran lebih bermakna dan membantu anak mengenal berbagai konsep secara
mudah dan jelas
Adapun
tema-tema PAUD pada semester 1 mencakup diir sendiri, lingkunganku, kebutuhanku,
binatang dan tanaman. Untuk tema-tema semester 2 meliputi rekreasi, pekerjaan,
air, udara, api, alat komunikasi, tanah airku dan alam semesta
Tema
yang baik selalu memperhatikan beberapa prinsip, antara lain kedekatan,
kesederhanaan, kemenarikan dan keinseidentalan.Prinsip kedekatan berhubungan
dengan tema yang di pilih mulai dari yang terdekat dengan kehidupan siswa
sampai yang semakin jauh.Prinsip kesederhanaan lebih kepada tema yang dimulai
dari sederhana sampai yang leih rumit. Kemudian untuk tema-tema yang lebih
rumit dan luas dapat di integrasikan ke dalam tema lain dalam bentuk subtema
agar tidak terlalu banyak tema. Pada prinsip kemenarikan tema yang dipilih
dimulai dari tema paling menarik minat siswa sampai tema yang kurang menarik.
Prinsip keinsidentalan mencakup peristiwa yang terjadi di sekitar siswa ketika
proses pembelajaran berlangsung sebaiknya dimasukkan dalam pembelajaran
meskipun tidak sesuai dengan tema yang di pilih pada saat itu tujuannya agar
siswa mendapatkan pengalaman yang bermakna pada peristiwa itu
b. Identifikasi Tema ke subtema
Identifikasi
tema ke dalam subtema ini biasanya dilakukan pada tahun awal pelajaran melalui
berbagi pertimbangan, antara lain pengalaman percakapan awal dengan anak didik
tentang tema, gambar, hasil karya siswa, topik percakapan siswa dengan teman
sebayanya, alat bermain yang sering dimainkan siswa.
Identifikasi
tema menjadi subtema biasanya di lakukan pada awal tahun pelajaran sementara
identifikasi subtema menjadi subtema yang lebih spesifiklagi dilakukan di akhir
kegiatan pada tema sebelumnya. Tujuannya agar tema yangdijadikan acuan kegaitan
berasal dari pemikiran siswa
c. Identtifikasi Tema menjadi kegiatan
Selanjutnya
subtema di identifikasikan menjadi berbagai kegiatan yang terkait dengan subtema
tersebut. Untuk lebih memudahkan dalam identifikasi, bisa menggunakan kalimat
Tanya “ 5W 1H “ yaitu : apa ( what ), siapa ( who ), kapan ( when), dimana( where ), mengapa
( why ) dan bagaimana ( how )
Dalam
program pendidikan semester dipakai satuan waktu terkecil yaitu satuan semester
untuk menyatakan lama nya satu program pendidikan.Masing-masing program
semester sifatnya lengkap dan merupakan satu kebulatan dan berdiri sendiri.
Pada setiap akhir semester segenap bahan kegiatan program semester yang
disajikan harus sudah selesai dilaksanakan
Ø Hal – hal yang ada pada program semester
:
1) Identitas
·
Satuan
pendidikan
·
Mata
pelajaran
·
Kelas/
semester
·
Tahun
pelajaran
2) Format isian
·
Tema
·
Sub
tema
·
Pembelajaran
ke alokasi waktu
·
Bulan
yang terinci per minggu
·
Keterangan
yang di isi kapan pelaksanaan pembelajaran berlangsug
·
Langkah
menyusun program semester
Ø Langkah yang harus di kerjakan untuk
menyusun program semester :
1) Mengimput / memasukkan Kompetensi Dasar,
Topik dan Sub Topik bahasan dalam format program semester
2) Menetapkan jumlah jam pada kolom minggu
dan jumlah tatp muka perminggu untuk setiap mata pelajaran
3) Mengalokasikan waktu sesuai kebutuhan
bahasan topic pada kolom minggu dan bulan
4) Membuat catatan / keterangan untuk
bagian-bagian yang memerlukan penjelasan
Ø Fungsi program semesrter dalam kegiatan
pendidikan / pembelajaran :
1) Menyederhanakan / memudahkan tugas
seorang guru dalam pembelajaran selama satu semester
2) Sebagai pedoman / acuan arah kegiatan
dalam mencapai tujuan pembelejaran yang di pogramkan
3) Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas
dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran
4) Sebagai pedoman kerja bagi guru
sekaligus bagi murid
5) Sebagai parameter efektivitas dalam
suatu proses pembelajaran
6) Sebagai bahan penyusunan data agar
terjadi keseimbangan kerja
7) Menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan
biaya karena berlangsungnya program kerja yang efektif dan efisien serta
terukur
Sebelum menyusun program semester seorang guru terlebih
dahulu harus mengetahui tentang kalender akademik sebagia acuan untuk menyusun
program tersebut.
Ø hal-hal yang terdapat pada kalender
akademik adalah :
1) Permulaan tahun pelajaran adalah waktu
dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan
pendidikan
2) Minggu efektif belajar adalah jumlah
minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan
pendidikan
3) Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah
jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh
mata pelajaran termasuk muatan lokal ditambah jumlah jam untuk kegiatan
pengembangan diri
4) Waktu libur adalah waktu yang di
tetapkan untuk tidak di adakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan
pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester,
jeda antar semester, libur akhir tahun pellajaran, hari libur keagamaan, hari
libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus
Ø Langkah-langkah penetapan kalender
akademik adalah sebagai berikut :
1) Mengacu pada kalender pendidikan
nasional yang diterbitkan oleh Kemendikbud dan atau Kemenag sebagia pedoman
dalam menentukan kalender akademik pada masing-masing satuan pendidikan
2) Menentukan minggu efektif, libur tengah
semsester, libur antars semester, serta libur akhir tahun dengan acuan jumlah
yang telah di tetapkan
3) Menyesuaikan kalender akademik dengan
kondisi hari-hari libur umum maupun agama
4) Menentukan periode efektif pembelajaran
dengan mempertimbangkan hari-hari yang akan tersita untuk kegiatan – kegiatan
pengembangan diri, baik ekstrakulikuer maupun bimbingan konseling terpadu
5) Menentukan bbot dan alokasi hari-hari
pembelajaran efektif setelah disesuiakan dengan hari efektif fakultif seperti
hari – harri pembelajaran di bulan puasa agama islam
6) Melakukan rekap kalender akademik selama
satu tahun penuh, atau dapat pula ditambah kalender akademik per semester dan
per bulan dengan telah di teliti secara sesaksama oleh tim perumus kalender
pendidikan
Ø Fungsi kalender pendidikan akademik
dalam kegiatan pendidikan / pembelajaran
1) Mendorong efektivitas dan efisiensi
proses pembelajaran di sekolah
2) Menyerasikan ketetuan mengenai hari
efektif dan hari libur sekolah
3) Pedoman dalam menyusun program
kegiatanpembelajaran di sekolah
4) Pedoman bagi guru untuk menyusun program
tahunan, program semester, serta membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dan
satuan acara pembelajaran
Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan sebuah panduan praktis.Mulyasa.Bandung . PT Remaja
Rosdakarya . 2010
Implementasi
dan Inovasi Kurikulum PAUD 2013 program
pembelajaran berbasis Multiple Inteligences. Suyadi , Dahlia . Bandung. PT
Remaja Rosdakarya.2014

Komentar
Posting Komentar