materi 10 filsafat pendidikan

Aliran-aliran dalam filsafat pendidikan
2.perenialisme
A).latar belakang
perenialisme merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad ke 20.perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif.perenialisme menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru.perenialisme memandang situasi dunia dewasa saat ini penuh kekacauan,ketidak pastian,dan ketidak teraturan,terutama dalam kejidupan moral,intelektual,san sosio-kultural.oleh karena itu perlu ada usaha untuk mengamankan ketidak beresan tersebut.
dalam pendidikan kaum perenialisme berpandangan bahwa dalam dunia yang tidak menentu dan penuh kekacauan serta membahayakan,seperti kita rasakan dewasa ini,tidak satupun yang lebih bermanfaat dari pada kepastian tujuan pendidikan,serta kestabilan dalam prilaku pendidik
mohammad noor syam (1984) mengemukan pandangan perenialisme,bahwa pendidikan harus lebih banyak mengarah pusat perhatiannya pada kebudayaan ideal yang telah teruji dan tangguh.perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan manusia sekarang seperti dalam kebudayaan ideal.
jadi  kesimpulannya aliran perenialisme ini bertentangan dengan aliran progresivisme.alira perenialisme ini pendidikannya mengarah kepada bagaimana agar manusia kembali ke budaya yang ideal.
B).latar belakang filsafat
perenialisme bukan merupakan suatu aliran baru dalam filsafat.dalam arti,perenialisme bukan merupakan suatu bangunan pengetahuan yang menyusun baru,yang berbeda dari dengan flsafat yang telah ada.teori atau konsep pendidikan perenialisme di latar belakangi oleh filsafat filsafat plato sebagai bapak idealisme klasik,filsafat aristoteles sebagai bapak realisme klasik,dan filsafat thomas aquina yang mencoba memadukan antara filsafat aristoteles dengan ajaran (filsafat) gereja katolik yang tumbuh pada zamannya (abad pertengahan)

C). Pendidikan
perenialisme memandang kebenaran sebagai hal yang konstan abadi,atau perenial.tujuan dari pendidikan menurut pemikiran perenialis adalah memastikan bahwa para siswa memperoleh pengetahuan tentang prinsip prinsip atau gagasan besar yang tidak berubah.filsafat perenialis menekan bahwa kemampuan kemampuan berfikir rasional.
kurikulum menurut kaum perenialis harus menekankan pertumbuhan intelektual siswa pada seni dan sains.untuk menjadikan "terpelajar secara kultural" para siswa harus berhadapan dengan bidang bidang ini (sains dan seni) yang merupakan karya terbaik dan paling signifikan yang diciptakan manusai.
jadi pada pendidikannya aliran perenialisme ini memandang keberan adalah satu hal yang abadi.
juga pada kurikulumnya perenialisme ini fokus pada sains dan seni karna menurut aliran ini sains dan seni adalah karya terbaik dan mudah di ciptakan.
D).potret guru
potret guru pada aliran perenialisme ini adalah bagaimana ny,berstien yakin bahwa kerja dan usaha  keras itu penting jika seseorang ingin memperoleh pendidikan yang baik.akibatnya ia memberi siswa kesempatan yg sangat sedikit untuk berbuat salah,dan ia tampak tahan dengan keluhan siswa yg dilakukan secara terbuka mengenai beban belajarnya,ia sanga bersemangat ketika ia bicara mengenai nilai karya klasik pada para siswa yg sedang bersiap siap hidup sebagai orang dewasa di abad dua puluh satu
.jika di ajarkan pada anak usia dini aliran perenialisme ini guru mengajarkan dan mengembangkan kreativitas anak karna menurut guru itu sangat berguna untuk dirinya jika sudah bisa menjadi orang kreatif,yang dimasa depan hasil dari kretivitasnya itu sangat berguna untuk semua orang dimasa yang akan datang.
3).Esensialisme
A.latar belakang
Esensialisme muncul pada zaman Reinassance dengan ciri-cirinya yang berbeda dengan progresivisme.dasar pijakan aliran pendidikan ini lebih fleksibel dan terbuka untuk perubahan , toleran, dan tidak keterkaitan dengan doktrin tertentu. Esensialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama yang memberikan kestabilan dan nilai yang jelas.Esensialisme merupakan aliran pendidikan yang didasarkan pada  nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia.
B. Tokoh dan Pengaruhnya dalam Pendidikan
1.       Desiderus Erasmus Humanis Belanda yang hidup pada akhir abad ke 15 dan permulaan abad ke 16 adalah tokoh pertama yang menolak pandangan hidup yang berpijak pada dunia lain. Ia berusaha agar kurikulum di sekolah bersifat humanistis dan bersifat internasional sehingga dapat diikuti leh kaum tengan dan aristokrat.
2.      Jihan Amos Comenius (1952-1670) Tokoh Renaissance yang berusaha mensistematiskan proses pengajaran. Ia memiliki pandangan realistis yang dogmatis karena dunia ini dinamis dan bertujuan, maka tugas kewajiban pendidik adalah membentuk anak sesuai dengan kehendak tuhan.
3.    John Locke (1932-1704) Tokoh dari Inggris dan populer sebagai pemikir dunia mengatakan bahwa pendidikan hendaknya selalu dekat dengan situasi dan kondisi. Ia juga memiliki sekolah kerja untuk anak-anak miskin.
4.   Johann Henrich Pestalozzi (1746-1827) Mempunyai keercayaan bahwa sifat-sifat alam itu tercermin pada manusia sehingga pada diri manusia terdapat kemampuan-kemampuan yang wajar.
5.         Immanuel Kant
6.         John Frederich Froabel
7.         Schopenhauer
8.                  Libneiz

C.  Strategi Aliran esensialisme
Ada beberapa strategi dalam aliran esensialisme yang dapat dijasika sebagai acuan diantaranya:
1) Pendidikan harus dilakukan melalui usaha keras, karena pendidikan tidak begitu saja timbul dari dalam diri siswa.
2) Inisiatif dalam pendidikan ditekankan pada guru bukan pada siswa.
3) Inisiatif proses pendidikan adalah asimilasi dari mata pelajaran yang telah ditentukan.
4) Sekolah harus mempertahankan metode-metode trasdisional yang bertautan dengan disiplin mental.
5) Tujuan akhir pendidikan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan umum merupakan tuntutan demokrasi yang nyata.
6) Metode-metode tradisional yang bertautan dengan disiplin mental merupakan metode-metode yang diutamakan dalam proses pendidikan di sekolah.

D.Pendidikan
Tidak seperti perenialisme yang menolak progresivisme dalam keseluruhan aspek yang menjadi karakteristiknya, esensialisme hanya memberikan penolakan dalam beberapa aspek khusus saja, seperti pemberian konsentrasi aktivitas pembelajaran semata-mata berpusat pada anak didik saja sehingga terlihat kesan pengabaian fungsionalitas pendidik sebagai orang yang mengatur dan mengarahkan proses pembelajaran itu sendiri.
Aliran Esensialisme memandang bahwa pendidikan yang bertumpu pada dasar pandangan fleksibilitas dalam segala bentuk dapat menjadi sumber timbulnya pandangan yang berubah , mudah goyah, kurang terarah dan tidak menentu serta kurang stabil.Esensialisme mengakui, bahwa pendidikan dalam hal ini mesti menjadikan subjek-subjek didiknya memiliki kemampuan untuk merealisasikan potensi-potensinya dan bahkan mengupayakan bagaimana agar mereka menjadi subjek-subjek yang mandiri dalam menghadapi berbagai problem kehidupan
E.potret guru
Pendidikan yang berlandaskan aliran essensialisme berusaha mengenal potensi peserta didik untuk dikembangkan melalui upaya lembaga pendidikan secara sistemik. Dalam hal ini peserta didik didorong untuk belajar sendiri dengan bimbingan dan arahan guru, sedangkan metode tradisional digunakan sebagai upaya pembentukan mental peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai budaya yang telah mengakar di masyarakat di mana sekolah itu berada, dalam arti proses pendidikan beserta pembentukan mental peserta didik tidak terlepas dari budaya yang telah teruji dan terbukti unggul di masyarakat bersangkutan.
Guru memegang peran lebih khusus, di mana guru dianggap sebagai seorang yang menguasai lapangan, subjek khusus dan merupakan model yang baik untuk digugu dan ditiru. Guru merupakan orang yang mengusai pengetahuan, ilmu. Dalam pendidikan formal, kelas berada di bawah pengaruh dan pengawasan guru (Barnadib, 1997).


SUMBER:
1.Drs.Uyoh Sadullah,m,pd.2010.pengantar filsafat pendidikan.Bnadung,Alfabeta.
2. Jalaluddin danAbdullah. 2013. Filsafat Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press. Hal: 95).
3.Noor Syam Muhammad. 1986. Filsafat Kependidikan dan Dasar Filsafat Kependidikan Pancasila. Surabaya: Usaha Nasional. Hal 260)
4.buku Jalaluddin dan Abdullah. 2013. Filsafat Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press. Hal: 95)


Komentar

  1. Coba nisa jelaskan apa perbedaan aliran ptogresivisme dengan perenalisme?

    BalasHapus
  2. Coba nisa jelaskan apa perbedaan aliran ptogresivisme dengan perenalisme?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer